Hidrogen merupakan unsur golongan satu A (IA) yang memiliki sifat sangat unik, atomnya memiliki massa yang paling ringan karena memiliki satu proton, satu electron dan tidak memilki neutron. Dengan massa yang dimiliki oleh atom hydrogen sangat ringan, akibatnya densitas atom hydrogen menjadi rendah pula. Sifat unik lainnya adalah hydrogen mampu bereaksi dengan unsur yang sangat elektronegatif, dengan unsur yang sangat elektropositif, dan dengan unsur “intermediet”.
Contoh reaksi atom hydrogen :
2Na + H2 → 2NaH (reaksi dengan unsur elektropositif)
Cl2 + H2 → 2HCl (reaksi dengan unsur elektronegatif)
C +2H2 → CH4 (reaksi dengan unsur intermediet)
2Na + H2 → 2NaH (reaksi dengan unsur elektropositif)
Cl2 + H2 → 2HCl (reaksi dengan unsur elektronegatif)
C +2H2 → CH4 (reaksi dengan unsur intermediet)
Unsur hydrogen merupakan unsur yang terdapat paling banyak di alam dalam bentuk senyawa seperti air, jaringan mahluk hidup, minyak,dll. Jumlah hydrogen di alam sekitar 92 %. Molekul hydrogen bergerak dengan kecepatan sekitar 4000 mil / jam. Pada temperature kamar, molekul hydrogen terdapat dalam fase gas, tidak berbau,tidak berasa, dan sangat sedikit larut dalam air. Namun dalam logam Pt, justru hydrogen lebih mudah larut dan terdisosiasi menjadi atom – atomnya.
Akibat dari gaya van der walls yang sangat lemah, molekul hydrogen memilki titik beku ≈ 14,4 K dan titik didih ≈ 20,4 K. Dalam kondisi normal, hydrogen terdapat dalam bentuk diatomic. Energi disosiasi yang diperlukan untuk memutuskan ikatan pada molekul diatomiknya adalah sekitar 434.1 kJ mol-1
IKATAN HIDROGEN
Pembahasan yang cukup menarik yang berhubungan dengan hydrogen adalah ikatan hidrogen. Pemahaman ikatan hidrogen tidak hanya penting dalam memahami ilmu kimia karena sifat yang sangat esensi, namun sangat penting pula dipelajari secara detail dalam pemahaman mengenai gaya – gaya atraksi intermolekul. Ikatan hidrogen ini sangat dominan muncul dalam kimia air, pelarut hidroksilik, pelarut air, pelarut yang memeiliki spesies –OH, maupun pada system biologi, misalnya seperti pada DNA.
Umumnya ikatan hidrogen dihasilkan, apabila hidrogen bersenyawa dengan unsure F , O ,N,atau Cl. Bila hidrogen bersenyawa dengan unsur – unsur tersebut, ikatan hidrogen akan sangat bersifat polar positif dan unsur yang lainnya akan bersifat polar negatif. Akibatnya terjadi gaya tarik – menarik antara hidrogen dengan unsur yang telah disebutkan di atas (F, O, N, dan Cl). Adanya peranan gaya ikatan hidrogen ini, menyebabkan gaya antar molekul semakin kuat. Dengan gaya antar molekul yang semakin kuat, akan berpengaruh pada besarnya energy untuk memutuskan ikatan antar molekulnya. Pada akhirnya, membuat larutan yang mengandung ikatan hidrogen memiliki titik didih yang lebih tinggi relatif dibandingkan dengan unsur sederet yang tidak memiliki ikatan hidrogen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar